Advertisement

Pasca Pemilu 2024, Hemas Ajak Masyarakat Kembali Bersatu untuk Kemajuan Bangsa

Abdul Hamied Razak
Selasa, 07 Mei 2024 - 09:27 WIB
Abdul Hamied Razak
Pasca Pemilu 2024, Hemas Ajak Masyarakat Kembali Bersatu untuk Kemajuan Bangsa Gusti Kanjeng Ratu Hemas saat acara Sosialisasi 4 pilar MPR RI di Pakualaman, Selasa (7/5 - 2024).

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJAGKR Hemas mengingatkan kepada seluruh rakyat Jogja untuk mendukung Indonesia secara keseluruhan di tengah pertarungan para elit politik. Hal ini disampaikan dalam acara Sosialisasi 4 pilar MPR RI di Pakualaman, Selasa (7/5/ 2024).

Dalam kesempatan itu Hemas yang sudah terpilih kembali sebagai Anggota DPD RI masa jabatan 2024 menegaskan komitmennya untuk menjaga persatuan Indonesia.

Advertisement

"Jogja lah yang berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari tahun 1946-1949. Ini harus kita ingat dan kita wariskan kepada Generasi Milenial dan Generasi Z. Semua yang hadir di sini, sebagai generasi penerus harus bisa memperjuangkan ide yang sama,” kata Hemas.

BACA JUGA: Rayakan HUT ke 56 Perwosi, Hemas: Jadilah Wanita Sehat dan Tangguh

Perkembangan politik Indonesia memang selalu hangat. Anak dari Presiden yang sedang menjabat, bisa terpilih sebagai Wakil Presiden. Hal seperti ini jarang terjadi di dunia. Tetapi keterpilihan itu juga menandakan bahwa Presiden yang sedang menjabat sebenarnya masih sangat diinginkan oleh masyarakat Indonesia.

"Sayangnya konstitusi kita hanya membolehkan seorang Presiden untuk bertugas selama dua kali masa jabatan atau maksimal 10 tahun," kata Hemas.

Di Indonesia, perjuangan politik memang tidak selalu sederhana. Lobby-lobby politik terus dijalankan, penguatan landasan hukum juga terus digali. Tetapi dengan keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi tanggal 22 April 2024 maka pemilu presiden telah selesai.

"Suka atau tidak, kita harus mengucapkan selamat kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka," ujarnya.

"Kita harus terus melanjutkan langkah-langkah politik yang elegan untuk memperbaiki kekurangan. Sila ketiga mengajarkan tentang Persatuan Indonesia, dan ini harus dimaknai sebagai ide besar yang berdiri di atas politik golongan dan kepartaian," tambah Hemas.

Dengan pemilihan tanpa berbasis partai, di Jogja sudah terpilih 4 orang Anggota DPD RI untuk periode 2024-2029 yaitu GKR Hemas, Yashinta Sekarwangi, Ahmad Syauqi Soeratno, dan KH Hilmy Muhammad. Semuanya akan bekerja memajukan Jogja, tanpa memperhatikan partai dan golongan, untuk persatuan Indonesia.

Menjawab pertanyaan masyarakat, Hemas juga menyinggung bahwa semua harus mendukung Tim Nasional secara sungguh-sungguh. Karena mereka adalah pahlawan yang membawa nama Indonesia di kancah internasional. Apakah itu Tim Sepak Bola, apakah itu Tim Bulu Tangkis, ataukah Barista, semuanya harus didukung selama bisa mengharumkan nama Indonesia.

"Dukungan juga harus diberikan sepenuh hati. Jangan menjadi pendukung musiman. Ketika Timnas sepak bola Indonesia menang melawan Korea pendukungnya banyak sekali, tetapi ketika kalah melawan Irak, banyak yang menghujat. Ini tidak boleh kita lakukan, tetapi kita harus terus memberi semangat," ujar Hemas.

Dua hari lagi, katanya, masih ada pertandingan melawan Guinea di Prancis. Kekalahan Tim Bulu Tangkis di Thomas Cup juga jangan dihujat. Masuk final untuk Thomas dan Uber Cup secara bersamaan adalah prestasi yang membanggakan.

“Sekarang kita harus melangkah ke depan untuk menyelamatkan Indonesia. Di Jogja kita tidak akan terganggu oleh hiruk pikuk Pilkada tanggal 27 November 2024 nanti, karena ada Sultan atau yang biasa kita sebut Ngarso Dalem sebagai Raja dan Gubernur DIY," katanya.

"Kita hanya harus mewaspadai gerakan politik di seputar pemilihan bupati dan wali kota. Ingat, saya tidak mau ada intrik-intrik politik, ataupun gesekan-gesekan antar kelompok yang bisa memecah belah rakyat Jogja. Kita harus tetap Nyawiji. Menyatukan semangat untuk mencapai cita-cita yang luhur," tambah Hemas.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar yang diadakan di Puro Pakualaman juga menunjukkan kuatnya ikatan hubungan antara Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan Kanjeng Adipati Paku Alam X. Sejumlah kerabat dan pemuka Puro terlihat menghadiri acara yang diadakan pada malam hari.

Lebih dari 500 orang memenuhi Alun Alun Sewandanan yang menjadi pusat Kadipaten Pakualaman. Mereka berkumpul tanpa mempedulikan perbedaan agama, asal muasal suku, ras, dan kelompok ormas. Semuanya menjadi satu untuk mengikuti acara dengan antusias.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Menteri Keamanan AS Sebut Terorisme Kembali Muncul dan Jadi Ancaman

News
| Minggu, 19 Mei 2024, 01:17 WIB

Advertisement

alt

Hotel Mewah di Istanbul Turki Ternyata Bekas Penjara yang Dibangun Seabad Lalu

Wisata
| Sabtu, 18 Mei 2024, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement