Advertisement

Pemilu 2024, Anies-Muhaimin Ingin Menghapus Status Guru Honorer

Newswire
Kamis, 07 Desember 2023 - 20:47 WIB
Maya Herawati
Pemilu 2024, Anies-Muhaimin Ingin Menghapus Status Guru Honorer Bakal calon presiden Anies Baswedan (kiri) dan bakal calon wakil presiden Muhaimin Iskandar (kanan) berfoto bersama di sela Deklarasi Capres-Cawapres 2024 di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/9/2023). - Antara - Moch Asim

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kampanye Pemilu 2024 diwarnai jor-joran program prioritas dari pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Advertisement

Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) akan menghapuskan status guru honorer, jika terpilih memenangi Pilpres 2024, untuk mewujudkan kualitas pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

"Kita sudah keliru dalam menempatkan guru sebagai tenaga honorer, salah total, dan ini yang harus kami perbaiki," kata Juru Bicara Timnas AMIN, Indra Charismiadji, di Jakarta, Kamis (7/12/2023).

Indra mengatakan saat ini Indonesia menjadi satu-satunya negara yang menerapkan sistem honorer untuk profesi tenaga pendidik, sehingga perlu ada perbaikan pada sistem pendidikan di Tanah Air.

Menurut Indra, jika pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 itu diberi kesempatan untuk memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan, maka Anies-Muhaimin akan membenahi sistem tersebut.

BACA JUGA: Belasan Guguran Lava Kembali Terjadi di Gunung Merapi Sleman

Anies-Muhaimin ingin menjadikan pendidikan di Indonesia semakin maju dan tidak tertinggal dari negara-negara lainnya.

"Mudah-mudahan kami bisa membenahi dalam lima tahun. Kalau mendapatkan amanah untuk memimpin Indonesia, maka tidak ada lagi guru honorer," tuturnya.

Selain itu, lanjut Indra, sistem pendidikan juga akan dibenahi karena pendidikan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di berbagai tempat, terutama di lingkungan keluarga, masyarakat, dan perguruan.

"Pendidikan itu bukan hanya di sekolah saja, tetapi juga ada peran orang tua, masyarakat, dan juga perguruan. Itu yang harus diperbaiki," ujar Indra.

KPU juga telah menetapkan masa kampanye Pemilu 2024 mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, kemudian jadwal pemungutan suara pada tanggal 14 Februari 2024.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Terkait Kasus Pelecehan Seksual, Rektor Universitas Pancasila Dinonaktifkan

News
| Selasa, 27 Februari 2024, 14:57 WIB

Advertisement

alt

Melihat Kemeriahan Cap Go Meh di Kelenteng Sijuk

Wisata
| Sabtu, 24 Februari 2024, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement