Advertisement

Mahfud MD soal Situs KPU yang Direntas: Sangat Mengagetkan dan Memprihatinkan

Erta Darwati
Rabu, 29 November 2023 - 16:37 WIB
Mediani Dyah Natalia
Mahfud MD soal Situs KPU yang Direntas: Sangat Mengagetkan dan Memprihatinkan Mahfud MD / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Calon wakil presiden (cawapres) Mahfud MD berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat membuat sistem kontrol yang lebih baik agar situs resmi lembaga tersebut tidak dapat direntas dan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 tidak bocor.

"Yang diretas itu, sangat mengagetkan dan tentu memprihatinkan. Saya berharap agar KPU sendiri harus membuat sistem kontrol yang bisa menghalangi sumber-sumber terjadinya peretasan," katanya, saat ditanyai awak media, di Universitas Budhi Dharma, Rabu (29/11/2023). 

Advertisement

Lebih lanjut, Mahfud menegaskan bahwa masyarakat juga diharapkan tidak meretas situs yang mempunyai kepentingan sangat besar untuk negara.

"Kemudian kepada warga masyarakat, siapapun Anda jangan meretas hal -hal yang begitu, itu adalah kepentingan negara, itu untuk bangsa dan negara kita, penyelenggaraan pemilu dengan baik dengan segala datanya yang tepat itu," ujarnya.  Mahfud mengharapkan agar KPU dan sistem di dalam situs yang dijalankan bisa lebih terjaga dan lebih berhati-hati lagi.

Baca Juga:

Instagram KPU Kulonprogo Diretas Jelang Penutupan Pendaftaran Caleg

204 Juta Data KPU Bocor, Menkominfo Budi Arie Sebut Ekonomi Jadi Motif Pelaku

Bareskrim Temukan Dugaan Kebocoran Data di Situs KPU

Soal kemungkinan kecurangan Pemilu 2024 akibat kebocoran situs KPU, Mahfud mengatakan belum mengetahui secara detail.  "Saya belum sejauh itu, saya tidak tahu peretasan itu apa akan bisa mengganggu proses-proses berikutnya. Itu kan data ya," ucapnya.  Menurutnya, data di KPU yang diretas mulai dari sekarang dikonsolidasi lagi, sehingga mencapai akurasi data. Masih cukup waktu dan sesudah itu membuat sistem yang tidak mudah dibobol lagi, tambahnya.  Seperti diketahui, situs KPU diretas oleh hacker dijual dengan harga sebesar Rp1,2 miliar. Peretas mengklaim sudah mencuri dan mendapatkan akses admin ke situs KPU.  Adapun informasi kebocoran data pribadi ini pertama kali diungkap oleh konsultan keamanan siber Teguh Aprianto, pada Selasa (28/11/2023).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Terkait Kasus Pelecehan Seksual, Rektor Universitas Pancasila Dinonaktifkan

News
| Selasa, 27 Februari 2024, 14:57 WIB

Advertisement

alt

Melihat Kemeriahan Cap Go Meh di Kelenteng Sijuk

Wisata
| Sabtu, 24 Februari 2024, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement