Advertisement
Beda Pilihan dengan DPP, Sayap Partai PPP di Bantul Tetap Dukung Anies

Advertisement
Harianjogja.com, Bantul–Brigade Sorban Hitam Bantul masih kukuh mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) meskipun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (Capres) 2024 mendatang.
“Kami beserta laskar sorban hitam insya Allah masih konsisten komando ulama GPK Khittah DIY, kami tetap solid mendukung Anies Baswedan,” ujar Koordinator Brigade Sorban Hitam, Dedy Yulianto pada Jumat (28/04).
Advertisement
GPK Khittah sendiri berada di bawah naungan ustadz Syukri Fadholi. Dia tidak ingin berbicara banyak terkait pencalonan Ganjar Pranowo yang diusung partai berlambang ka’bah tersebut.
Pilihan tersebut sesuai dengan jalan Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Khittah yang selalu konsisten berbeda pilihan dukungan calon pemimpin. “ Saya rasa seperti lima tahun lalu, perpecahan dukungan pasti terjadi dan itu hak mutlak masing-masing laskar atau organisasi.
Menurutnya pria yang dijuluki BD 01 ini, gambaran konstituen PPP di Kabupaten Bantul sendiri masih sama seperti 5 tahun lalu, seperti Pilpres 2019 yang terdiri dari dua kubu berbeda. Kondisi tersebut terjadi karena pada waktu itu DPP PPP mulai mendukung pemerintah.
Menurut Dedy terdapat mendukung Prabowo - Sandiaga Uno melalui Ijtima Ulama sedangkan PPP pusat memilih berada dalam barisan pendukung Joko Widodo dan Maruf Amin.
“GPK Khittah sendiri lahir sebagai pembeda antara yang haq dan yang bathil dalam menentukan pilihan pemimpin, kami tetap konsisten mendukung Anies Baswedan,” ujar Dedi saat dihubungi melalui aplikasi pesan chat.
GPK khittah sendiri telah melakukan deklarasi di Grand Pacific, Jalan Magelang untuk mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sebagai capres.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Warga Srandakan Bantul Tangkap Pencuri Sepeda Motor
- Polda DIY Catat Titik Arus Balik Tertinggi ada di Tempel
- Lurah di Gunungkidul Wajib Bikin LHKPN ke KPK
- Pakar UGM Nilai Desentralisasi Total Pengelolaan Sampah Tidak Tepat
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
Advertisement
Advertisement